SELAMAT BERGABUNG DENGAN BLOG KAMI, SEMOGA BERMANFAAT DAN KIRANYA TUHAN DIPERMULIAKAN ATAS SEGALANYA.

Senin, 02 Agustus 2010

Humor dan Ilustrasi Bermakna

Humor dan Ilustrasi Bermakna

"Pelaut kualat"
Dilain waktu ada teman si Pur Romli yang juga pelaut asal N.T.B,dia punya kawan pelaut asal Ambon bernama si Hehanusa.
Dia mengalami nasib yang sama seperti si Pur Romli,dan itu karena sepertinya akan datang badai di tengah laut saat itu.
Hehanusa berdiri di tiang layar tertinggi sambil berteriak keras ke atas langit sbb:
Hehanusa:Tuhan...Beta(aku)akan persembahkan kambing asal Ose(KAU)jangan marah dengan membuat badai.
Angin agak mereda saat itu,ia lalu turun ke tangga sedikit sambil bergumam:Ah Beta cuma mau kasih Ose ayam saja,karena beli kambing sungguh Beta tidak mampu.
Angin makin mereda dan badai tidak jadi datang,si Hehanusa turun dari tiang kapalnya.Dan ia turun sambil bergumam sbb:
Hehanusa:Kena tipu kau...Tuhan,Beta tak akan kasih kambing atau ayam sama Ose.Rasain ku tipu,emang enak ketipu nii yee.
Sambil tersenyum puas sekali setelah berhasil menipu Tuhan pikirnya,diapun lalu mendaratkan perahu ke daratan untuk pulang kerumahnya di Menggala Dukuh,Bumiayu,Brebes 52273.
Sewaktu hampir sampai di rumah,dan dia melihat orang sedang ramai ramai memadamkan api yang sedang membakar rumahnya.
Dia jadi bingung dan dengan gemas berteriak ke langit sbb :
Hehanusa:TUHAN...urusan dilaut jangan dibawa bawa kedaratan dong.OSE..jadi sungguh sungguh,padahal BETA cuma main main.


"Anak Kecil"

Pada suatu hari disebuah sekolah Dasar
waktu itu jam istirahat dan terlihat di halaman sekolah tersebut seorang anak kecil menangis dengan kerasnya,lalu bertanyalah salah seorang gurunya....
Guru : Nak...kenapa nangis?
Anak : Uang saya hilang seratus perak bu...jawabnya sambil nangis
Guru : Ya udah sekarang diem ya...nih ibu kasi seratus
Tapi anak kecil tersebut malah nangis makin kenceng..gurunya pun bertanya
Guru : Lho...kok nangisnya makin kenceng,kan udah ibu ganti seratus
Anak : Iya bu...tapi kalau tadi uangnya ga hilang,kan sekarang uang saya ada dua ratus
Guru : .............?

"JAM 12 MALAM/SIANG"

apa bedanya jam 12 malam sama jam 12 siang?
kalau jam 12 siang suaranya gini :ning neng-ning neng,,
truz kalau jam 12 malam gini suaranya : neng-neng,, buka pintunya neng, abang mau masuk nich udah malam, buka donk neng!!! hehehe gerrr,,


KEPALA
BOTAK"
APA BEDANYA KEPALA BOTAK DEPAN DAN BOTAK BELAKANG?
JWB:KEPALA BOTAK DEPAN ORANGNYA PINTAR, KALAU KEPALA BOTAK BELAKANG DIA PIKIR DIA PINTAR
"USIA"

wanita umur 20 tahun itu
seperti sepak bola
yang direbutin ma 22 orang
wanita umur 30
seperti bola basket direbutin 10 prang
wanita umur 40 tahun seperti bola pingpong direbutin 2 orang
wanita umur 50 tahun sama seperti bola golf yg dipukul sejauh mungkin



Kentut" (jangan ambil sisi negatifnya)
Pada malam minggu Teko pergi kencan kerumah pacarnya yang bernama Ice, sampailah Teko dirumah pacarnya dan ternyata didalam ruang tamu sicewek ada bapaknya tapi tanpa ragu - ragu teko tetap masuk.
teko : "malam om......"
Bapak ice : "malam cari siapa?"
teko : "Maaf Om... ice...
bisa ketemu dengan ice"
Bapak Ice : " Oooh.... ada tunggu sebentar ya, silakan duduk
Teko : "makasi Om..."
setelah beberapa lama menunggu ice teko kemudian merasa akan buang angin kemudian teko berpikir dalam hati
teko : "aduh bagaimana ini saya mau kentut,bagaimana ya supaya tidak ketahuan"
sambil menahan kentutnya teko berpikir kemudian teko melihat anjing piaraan ice yang duduk dekatnya,teko kemudian bekata dalam hati
teko : "Hmmm.... aku coba mendekat sama anjing itu kalau aku kentut moga-moga anjing itu yang dituduh"
dan teko kentut,"Tut.....tut.....tut..."
kemudian bapak ice berkata : "bleki......"
teko : "syukur deh aku tidak ketahuan"
lalu teko mengulagi lagi ketut, "tut...tut....tut..."
dan bapak ice kembali berkata : "bleki......"
teko : "yes.... aku tidak ketahuan kalau aku yang kentut
kemudian teko mengulanginya sekali lagi....
tapi kali ini bapak ice berkata : "bleki...... pindah kamu diberaki

WANITA SEJATI
Sebuah pesawat terbang sedang membawa banyak penumpang. Tiba - tiba ditengah jalan terjadi hujan badai yang sangat dahsyat. Pesawat itu terombang ambing oleh badai hujan, angin keras dan kilat yang menyambar � nyambar. Penumpang pesawat itu histeris dan berteriak melihat keadaan itu. Mereka yakin pesawat itu akan jatuh dan mereka semua akan mati.

Di tengah kericuhan itu, ada seorang wanita muda yang melompat dan mengumumkan, Saya tidak bisa menerima semua ini lagi! Saya tidak bisa duduk disini dan mati sepeti binatang, tertahan di kursi. Jika saya akan mati, biarkan saya mati dengan merasakan jadi wanita terlebuh dahulu. Apakah di sini ada yang sanggup membuat saya merasakan menjadi wanita?

Dia melihat sebuah tangan diacungkan. Ternyata seoarang pria tampan, tinggi dan berotot yang sedang tersenyum. Dia kemudian berjalan ke depan wanita muda itu. Ketika sudah berdekatan, pria tampan itu lalu membuka kaosnya dan menunjukkan tubuhnya yang kekar. Wanita itu melihat besarnya otot tersebut walaupun dalam kondisi pesawat yang mati nyala.
Pria itu tetap berdiri didepannya, kaosnya ditangan dan berkata, Saya bisa membuat Anda merasa seperti wanita sejati sebelum mati. Apakah Anda tertarik?
Dengan keras ia menganggukkan kepala, Ya, buat saya menjadi wanita sejati, pekiknya girang. Dengan sigap, pria itu langsung memberikan kaosnya kepada wanita itu sambil berkata "Nih, tolong disetrika yach!
Kirimin humor
kamu, tapi
yang positif yan,
kasi aja ke
meja redaksi Vocatio...
Okay.......
Ilustrasi

Mang Capen Collection
SIAPA MENYIAPKAN PARASUT?

Nats : Sebab, bagian orang yang tinggal di dekat barang-barang adalah sama seperti bagian orang yang pergi berperang; itu akan dibagi sama-sama (1 Samuel 30:24)
Bacaan : 1 Samuel 30:1-25
Charles Plumb sedang duduk di sebuah restoran ketika seorang pria menghampirinya dan berkata, “Anda Plumb, kan, yang menerbangkan pesawat jet tempur di Vietnam? Anda pernah berada di pesawat pengangkut Kitty Hawk sebelum Anda tertembak jatuh!” “Bagaimana Anda bisa tahu semuanya?” tanya Plumb. Pria yang ternyata berada satu kapal induk dengan Plumb itu menjawab, “Saya yang menyiapkan parasut Anda.” Kemudian ia menambahkan, “Tampaknya parasut itu berfungsi dengan baik.” “Memang,” sahut Plumb.
Malam itu Plumb membayangkan pria itu sedang berdiri di atas meja dalam perut kapal induk dan melipat parasut dengan hati-hati bagi orang-orang yang hidupnya mungkin bergantung pada parasut tersebut. Plumb merasa sedih dan menyesal saat ia berpikir, Berapa kali aku telah melewati pria ini tanpa mengucapkan selamat pagi, hanya karena aku seorang pilot pesawat jet dan ia seorang kelasi rendahan?
Kisah ini mengingatkan kita akan perkataan Daud dalam bacaan Alkitab hari ini. Dua ratus anak buah Daud yang sudah terlalu lelah untuk maju memerangi orang Amalek tinggal di perkemahan untuk menjaga perbekalan. Namun, ketika Daud kembali dari medan perang, ia tidak membedakan mereka dengan orang-orang yang berperang bersamanya. Ia berkata, “Bagian mereka adalah sama” (1 Samuel 30:24).
Dalam melayani Allah, tidak ada orang yang posisinya lebih tinggi atau rendah, tidak ada tugas yang mulia atau hina. Kita semua bergantung satu sama lain. Jangan pernah lupakan mereka yang menyiapkan parasut kita —Herbert Vander Lugt
TIDAK ADA PELAYANAN BAGI KRISTUS YANG TIDAK BERARTI menyuruh segenap tentara mereka keluar, sambil memanggil nama mereka sekaliannya? (Yesaya 40:26)


CINTA DAN WAKTU
By; mang Capen
Alkisah di suatu pulau kecil, tinggallah berbagai macam benda-benda abstrak. Ada Cinta, Kesedihan, Kekayaan, Kegembiraan, dan sebagainya. Mereka hidup berdampingan dengan baik.

Namun suatu ketika, datang badai menghempas pulau kecil itu dan air laut tiba-tiba naik dan akan menenggelamkan pulau itu. Semua penghuni pulau cepat-cepat berusaha menyelamatkan diri. Cinta sangat kebingungan sebab ia tidak dapat berenang dan tak mempunyai perahu.

Ia berdiri di tepi pantai mencoba mencari pertolongan. Sementara itu air makin naik membasahi kaki Cinta. Tak lama Cinta melihat Kekayaan sedang mengayuh perahu.

"Kekayaan! Kekayaan! Tolong aku!" teriak Cinta.

"Aduh! Maaf, Cinta!" kata Kekayaan, "perahuku telah penuh dengan harta bendaku. Aku tak dapat membawamu serta, nanti perahu ini tenggelam. Lagipula tak ada tempat lagi bagimu di perahuku ini."

Lalu Kakayaan cepat-cepat mengayuh perahunya pergi. Cinta sedih sekali, namun kemudian dilihatnya Kegembiraan lewat dengan perahunya.

"Kegembiraan! Tolong aku!", teriak Cinta.

Namun Kegembiraan terlalu gembira karena ia menemukan perahu sehingga ia tak mendengar teriakan Cinta.

Air makin tinggi membasahi Cinta sampai ke pinggang dan Cinta semakin panik. Tak lama lewatlah Kecantikan.

"Kecantikan! Bawalah aku bersamamu!", teriak Cinta.

"Wah, Cinta, kamu basah dan kotor. Aku tak bisa membawamu ikut. Nanti kamu mengotori perahuku yang indah ini." sahut Kecantikan.

Cinta sedih sekali mendengarnya. Ia mulai menangis terisak-isak. Saat itu lewatlah Kesedihan.

"Oh, Kesedihan, bawalah aku bersamamu," kata Cinta.

"Maaf, Cinta. Aku sedang sedih dan aku ingin sendirian saja ...."
kata Kesedihan sambil terus mengayuh perahunya.
Cinta putus asa. Ia merasakan air makin naik dan akan menenggelamkannya.
Pada saat kritis itulah tiba-tiba terdengar suara, "Cinta! Mari cepat naik ke perahuku!"

Cinta menoleh ke arah suara itu dan melihat seorang tua dengan perahunya. Cepat-cepat Cinta naik ke perahu itu, tepat sebelum air menenggelamkannya.

Di pulau terdekat, orang tua itu menurunkan Cinta dan segera pergi lagi. Pada saat itu barulah Cinta sadar bahwa ia sama sekali tidak mengetahui siapa orang tua yang menyelamatkannya itu. Cinta segera menanyakannya kepada seorang penduduk tua di pulau itu, siapa sebenarnya orang tua itu.

"Oh, orang tua tadi? Dia adalah Waktu," kata orang itu.

"Tapi, mengapa ia menyelamatkanku? Aku tak mengenalnya. Bahkan teman-teman yang mengenalku pun enggan menolongku," tanya Cinta heran.

"Sebab," kata orang itu, "hanya Waktu-lah yang tahu berapa nilai sesungguhnya dari Cinta itu ..."


SUDAHKAH DIASAH?
by ; mang Capen
Dahulu kala, ada seorang penebang kayu yang sangat kuat. Ia mendapatkan pekerjaan dari perusahaan penebangan kayu. Ia mendapat upah tinggi dan kondisi kerja yang baik. Karena itu, penebang kayu ini berusaha bekerja sebaik mungkin. Atasannya memberi dia sebuah kampak dan menunjukan tempat dimana ia harus bekerja.
Hari pertama, penebang kayu ini merobohkan 18 batang pohon. Atasannya sangat terkesan dan berkata, "Selamat, teruskan pekerjaanmu!". Termotivasi oleh perkataan atasan, sang penebang kayu bekerja lebih keras esok hari, tapi hanya dapat menebang 15 pohon saja. Hari ketiga dia mencoba lebih keras lagi, tapi dia hanya dapat menebang 10 batang pohon. Hari demi hari pohon yang ditebangnya menjadi lebih sedikit.

"Saya pasti telah kehilangan kekuatan saya", penebang kayu berpikir dalam hatinya. Dia pergi ke atasannya dan minta maaf, sambil berkata bahwa dia tidak mengerti apa yang sedang terjadi.

"Kapan terkahir kali engkau mengasah kampakmu?" tanya sang atasan.
"Mengasah? Saya tidak punya waktu untuk mengasah kampak saya. Saya sibuk sekali menebang pohon-pohon."

Pastikan kita tidak menghabiskan hidup kita seperti penebang kayu tersebut!
---------susah-senang-sedih-gembira------
"Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya." Pengkotbah 1:1

Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya. Pkh 3:11

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar